Majelis Al-Hidayah: Al-Qur'an dan Hadist

Bismillahirrahmanirrahiim

Mempelajari Al Qur'an dan Al Hadist

Marilah, terlebih dahulu kita baca Ummul-Qur'an Al Fatihah

News

Jangan Takut Untuk Berdakwah

Posted by Rido R Sumantri on August 1, 2014 at 3:50 AM


Berdakwah adalah kewajiban setiap muslim, apapun profesinya dimanapun berada.

ALLOH berfirman: “Demi masa, Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS.Al´Ashr:1-3)

Rasululloh bersabda: Agama itu nasehat, Kami bertanya, Untuk siapakah itu? Beliau menjawab, Bagi ALLOH, kitab-Nya, Rasul-Nya dan para pemimpin kaum muslimin dan orang-orang awam dari mereka” (HR.Bukhari dan Muslim)

Dari anas ra: Para sahabat bertanya “Ya Rasululloh, kami tidak akan menyuruh orang lain berbuat baik sebelum kami sendiri mengamalkan kebaikan dan menjauhi kemungkaran. Rasululloh bersabda: TIDAK, bahkan serulah untuk berbuat baik meskipun kalian belum mengamalkan kesemuanya Dan cegahlah kemungkaran, meski kalian belum menghindari semuanya”. (HR.Thabrani)

Rosululloh: “Sampaikanlah dariku, walaupun hanya satu ayat.”

Sa’id bin Jubair mengatakan: “Jika seseorang tidak boleh menasehati untuk melakukan amar makruf dan nahi mungkar kecuali orang yang sudah bisa mengontrol dirinya sendiri dan sempurna niscaya tidak ada satupun orang yang melakukan melakukan dakwah. Maka akan minimlah orang yang mau berdakwah” Ucapan Sa’id bin Jubair ini dinilai oleh Imam Malik sebagai ucapan yang sangat tepat. (Tafsir Qurthubi, 1/410)

Ibnu Hajar menukil perkataan sebagian ulama, “Amar makruf itu wajib bagi orang yang mampu melakukannya dan tidak khawatir adanya bahaya menimpa dirinya meskipun orang yang melakukan amar makruf tersebut dalam kondisi bermaksiat. Secara umum orang tersebut tetap mendapatkan pahala karena melaksanakan amar makruf terlebih jika kata-kata orang tersebut sangat ditaati. Sedangkan dosa yang dia miliki maka boleh jadi ALLOH ampuni dan boleh jadi ALLOH menyiksa karenanya. Adapun orang yang beranggapan tidak boleh beramar makruf kecuali orang yang tidak memiliki cacat maka jika yang dia maksudkan bahwa itulah yang ideal maka satu hal yang baik. Jika tidak maka anggapan tersebut berkonsekuensi menutup pintu amar makruf jika tidak ada orang yang memenuhi kriteria.” (Fathul Baari,14/554)

Al-Hasan Al-Bashri pernah berkata kepada Mutharrif bin Abdillah: “Wahai Mutharrif nasihatilah teman-temanmu.” Mutharrif mengatakan: “Aku khawatir mengatakan yang tidak ku lakukan.” Mendengar hal tersebut, Hasan Al-Bashri mengatakan: “Semoga ALLOH merahmatimu, siapakah di antara kita yang mengerjakan apa yang dia katakan, sungguh SETAN dan IBLIS berharap bisa menjebak kalian dengan hal ini sehingga tidak ada seorang pun yang berani amar makruf nahi mungkar.” (Tafsir Qurthubi,1/410)


Semoga bermanfaat, Keep Istiqomah for Dakwah.

Categories: None

Post a Comment

Oops!

Oops, you forgot something.

Oops!

The words you entered did not match the given text. Please try again.

Already a member? Sign In

0 Comments